Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
 
 
Rabu, 19 Februari 2014

Aku Mengerti

Saat hati mulai kau sakiti
Saat raga ini mulai acuhkan
Aku mulai berfikir tentang diriku lagi
Apa yang salah dengan caraku mencintainya
Apa yang kurang dari diriku yang tak kusadari, hingga membuatnya pergi
Terus dan terus berpikir, hingga akhirnya kutemukan jawaban yang sederhana
Nyatanya tak ada yang salah
Hanya saja cinta yang kucintai tak mencintaiku lagi
Mungkin ini menyakitkan
Namun bahagia telah melihat ujungnya
Jawaban yang tetap sederhana
sayangku tak menyayangiku lagi
Tak mengapa,, ‘’aku mengerti’’..


karya : Asri putri najati

Tak Pernah Bahagia

dahulu aku bahagia dengan orangtuaku
Dahulu aku selalu bersama orangtuaku
Dahulu aku tidak kesepian
Tapi sekarang telah berbeda
Tidak seperti dahulu
Orangtuaku berpisah
Orangtuaku meninggalkanku
Orangtuaku tidak perhatian dan peduli kepadaku
Aku sangat kecewa kepada orangtuaku
Aku sangat benci kepada orangtuaku
Tapi ini tak pantas untuk aku lakukan
Aku tau ini takdir
Aku tau ini jalan yg terbaik untukku
Aku pun tidak pantas untuk membenci orangtuaku
-untuk kalian yg orangtuanya masih utuh
Jangan pernah kalian membuat orangtua menangis , karna sangat menyedihkan bila tidak bersama orangtua pasti tidak akan ada yg memperhatikan dan peduli terhadap diri kita-
By:febby febrianti sopiandi

Angin Membawa Duka

Aku Berdiri diatas ujung tanduk
Membawa mutiara dan sebuah benda tipis yang sensitif pada air
Bagaimana aku meloncat dalam keterpurukan ini
Diam menjelma menjadi seorang putri
Membawa lari nasib
Mengapa angin membawa duka
Mungkin bagi seorang hianat
Itu keberuntungan karena senang melihat mutiara berjatuhan
Tetapi bagi seorang setia itu sebuah keburukan
Mengapa mutiara indah itu keluar
Sangat disayangkan sebuah mutiara suci dan berkilau berjatuh,mubajir
Angin membawa duka
Dengan menerbangkan nasib
Kupasrahkan kepada Tuhan


Karya:septi kuntarsih

Malaikat ku Maafkan Bidadari Kecilmu

Tuhan,
Arahkan rasa tak terarah dalam hatiku ini,
Arahkan rasa yang pernah ku miliki,
Rasa ku untuk se sosok malaikat penjaga yang kau kirimkan padaku,
Dulu,
Tapi itu dulu. .
Ada apa dengan ego ku yang slalu menguasaiku?
Egoku untuk khianati rasa indah itu,
Hanya demi keinginan samar,
Samar, semu, Tak tentu
Entahlah apa namanya itu. .
Yang mugkin suatu saat ingin itu akan terkalahkan lagi oleh egoku,
Lagi, lagi dan lagi,
Sekali lagi,
Ku kecewakan malaikat ku,
Ini bukan sekedar rasa kecewa namanya,
Sakit pun lebih dari itu,
Ku terbang melayang bersamanya,
Menari nari ditengah canda kami,
Menikmati senja di ufuk barat,
Hingga terbit fajar di langit timur,
Indah, iya lebih dari indah kisah kami. .Berbagai musim dia telah mendampingi hidup ku,
Menjaga hati, rasa, juga jiwaku,
Pintaku bukanlah beban baginya,
Iya, .
Dia malaikat ku . .
Malaikat yang kini ku sia kan . .
Karna di persimpangan jalan ku tergoda,
Tergoda dengan pribadi baru,
Pribadi yang mengusik rasa keingintahuan ku,
Membuat egoku sekali lagi menantang ku,
Menantang untuk encoba hal baru, .
Mengapa?
Mengapa slalu seperti ini, Tuhan?
Malaikat itu,
Akhirnya terpuruk untuk ke sekian kalinya,
Maafkan,
Maafkan bidadari kecilmu ini,
Maafkan bidadari bertaring yang berulang kali mencoba mengukir luka di kedua sayapmu,
Maafkan karna ia telah lelah menjaga cintamu,
Maafkan. .
Aku mengenalmu lebih dari dirimu sendiri,
Kamu Malaikat hebat ,
Malaikat yang penuh kasih, kelembutan juga cinta,
Tengoklah,
Di sekitarmu berkeliaran bidadari berhati mulia,
Siap menyambutmu,
Membalut luka perih itu,
Tenang,
Titipkan bidadari kecilmu itu pada Tuhan,
Suatu saat dia kan kembali melihatmu tersenyum,
Bersanding dengan ratumu,
Malaikat ku,
Secuil harap dan berbagai doa terselip di setiap sujudku,
Bahagiamu, itulah inginku,
Senyum yang dulu, berkembaglah lagi
Lupakan,
Lupakan luka ini,
Bangkitlah, terbanglah lagi,
Mentari menunggu mu.
Abaikan kesepakatan tertulis itu,
Cobalah menyayangi hatimu lagi,
Maaf, maaf dan beribu kali aku mengucapnya terasa tak berguna,
Setidaknya aku bisa berbuat satu hal atas kesalahan fatalku,
Senyum itu, Bahagia itu
Malaikat ku,
Bukan,
Bukan lagi. .
Terbanglah,
Bersama rasa ku menggapai impi mu
Maafkan lah hati,
Yang tak lelah menyakitimu,
Aku berharap suatu hari nanti,
Ku temukan dirimu bahagia

 oleh: Rifki Fikasari

Ku Akhiri Cinta Ini

Kemarin aku masih bersamamu
mengamati senyum indahmu
mengagumi ketulusan hatimu
merasakan indahnya kasih sayangmu..

Hari ini ku harus pergi
walau tak sanggup hati ini
mengakhiri cerita cinta ini
meninggalkan sejuta mimpi
merelakan semua janji-janji..

Esok aku sendiri tanpamu
lewati hari tanpa senyummu
melupakan smua kenangan bersamamu
sanggupkah aku????

 Maafkan ku harus pergi
mengakhiri ceria cinta ini
sebelum cintamu terlalu dalam dan semakin tersakiti…
Aku rasa tak ada yang sepertimu lagi
tapi kamu terlalu baik untuk diriku ini
semoga kamu menemukan pilihan hati
yang lebih baik dari diriku ini..


karya : Indah lestari 

Cinta itu Pernah Ada

Kita dipertemukan dengan tidak disengaja
Ketika itu Tuhan sedang mengatur segalanya
Ketika hatiku sedang hampa
dan jauh tepat disana kau meramaikannya
Semua tentang kamu terasa indah
Dulu semuanya seperti senja yang sempurna bagi kita
Sesempurna aku bila bersamamu
juga sesempurna cintaku
Ya. aku dan kamu
Kata itu dulu pernah ada
Namun sekarang itu sudah berganti menjadi kamu dan dia
Dia yang kemudian mengubah senja kita
Aku cinta kamu
Dulu kata itu pernah kau bisikan hanya kepadaku
Tapi kini aku tak lagi medengarnya
KAta itu suara itu semua sudah berbeda
Kini yang ada hanya kamu cinta dia.
Jika kamu pernah mengecap perasaanku ketika kau berbisik dengannya
Apakah kamu masih terus begitu?
Aku mencintaimu…
Sudahkah kau memahaminya?
Dan mungkin akupun kembali harus berkata aku masih mencintaimu
Cinta itu masih ada
di hati dan mengharapkan hadirmu disisi
Namun pernahkah kau melihatnya?
Tidak. Tentu saja
Cintaku telah tertutup oleh bayangannya
karya Agnesty

Ku Sadari

Heningnya malam
Tak seperti malam-malam sebelumnya
Terduduk ku diam dalam khayalku
Memutar kembali setiap detik peristiwa itu
Membuatku bertanya,
Sudah tak adakah aku di hatimu?
Tak berhargakah aku dimatamu?
Sehingga begitu mudah kau katakana pisah?
Terputar dalam benakku
Kepingan peristiwa di masa lalu
Saat kita beradu tentang hal yang sama
Tanya bermunculan dalam otakku
Tak pernahkah kau berubah?
Tak bisakah kau tak jatuh dalam lubang yang sama?
Haruskah aku mengemis cinta padamu?
Kini ku sadari..
Tak pernah ada ruang untukku
Kau sibuk dengan duniamu dan dirimu
Tak pernah kau pikirkan tentang kita
Hanya aku yang mempertahankan
Hey, aku sudah lelah..
Ini melampaui yang ku bisa
Aku telah menyerah
Biarlah segala sesuatu terjadi
Dan jika memang perpisahan jalan terbaik
Kan ku tempuh walau dengan derai air mata


oleh : Fhelin

Updates Via E-Mail